Mei 2020


Kenali Kehidupan Guru Zuhdi



Alhamdulillah puji dan syukur kehadirat ALLAH dan sholawat serta salam senantiasa kita haturkan kepada junjungan nabi besar MUHAMMAD RASULULLAH SAW yang telah banyak berjasa kepada kita semua.

Ulama adalah pewaris para nabi, perkataan mereka merupakan nasehat-nasehat berharga yang mereka jabarkan dengan bahasa mereka sesuai ilmu yang mereka pelajari, maka Dengan ini kami merangkum sebuah tulisan yang niat nya untuk memperkenalkan lebih jauh salah satu sosok tuan guru di kalimantan selatan, Memang hebat dan kami bersyukur kepada ALLAH karena tinggal dikalimantan yang mana selalu ada para tuan guru yang membimbing untuk menuntut ilmu agama islam.

Setelah wafat Tuan guru yang kita cintai yaitu Abah guru sekumpul yang sangat membuat kita sedih karena pahlawan di kalimantan berkurang namun mu'zijat dari ALLAH yang selalu menjaga kalimantan selatan dari kemusyrikan, bala musibah juga memperlihatkan sosok penerus abah guru sekumpul untuk melanjutkan dakwah membimbing masyarakat kalimantan selatan disini kita akan mengenal sedikit riwayat sosok tuan guru yang melanjutkan perjuangan dakwah abah guru sekumpul yaitu Guru Zuhdi.

Baca Juga : Pesan dan kalam Guru Zuhdi


Tuan guru KH.Ahmad Zuhdiannor yang dikenal dengan sebutan guru Zuhdi atau abah Haji lahir 10 Februari 1972 dan anak dari Tuan Guru KH. Muhammad yang dulunya pernah memimpin Pondok Pesantren Al Falah.

Ayah guru Zuhdi tersebut yaitu Tuan Guru KH.Muhammad adalah kawan akrab Abah Guru Sekumpul dan beliau jua murid dari Tuan Guru KH. Anang Sya'rani Arief. Menurut kisah bahwa Abah Guru pernah sekelambu dan sepangguringan lawan Tuan Guru KH. Muhammad. sekarang Umur beliau sekitaran 30 sd 40 tahunan.

Beliau membuka Majelis, dulunya tidak sebesar seperti sekarang dan Pengajian Kitab awalawal yang sidin (bahasa banjar; artinya beliau) bacakan dari catatan tangan Majelis Abah Guru. Jamaah yang hadir di Majelis beliau kadang-kadang terobati Kerinduan kepada Majelis Abah Guru Sekumpul karena Kitab, Cara mengisi Majelis, Isi kajian dalam Majelis, Gaya bicara dan penjelasan, Tamutamu sidin dan Tamu yang hadir diantara para habaib yang hadir di Majelis dan Silaturrahmi ke rumah Guru Zuhdi sangat mirip dengan Abah Guru Sekumpul meskipun kami dan yang lain juga tidak berani menyamakan kedudukan dan pangkat Abah Guru Sekumpul atau nang kita kenal dengan Guru Zaini dan tidak akan ada yang menyamai dengan beliau itu.

Majelis Pengajian malam sabtu dilaksanakan di kediaman Tuan Guru Zuhdi yang terletak sekitar Jalan Masjid Jami (Belakang mesjid jami sungai jingah), Kec. Banjarmasin Utara. Sepintas atau sekilas, dari jalan raya memang tidak terlihat, karena tertutup perkampungan. tapi begitu masuk (lebih kurang sekitar 400 meter), terasalah suasana dan nuansa kehidupan majelis pengajian dan malam minggu pengajian diadakan di mesjid jami Majelis yang menggunakan metode tradisional ini, di mana sang guru membacakan materi pelajaran dari suatu kitab atau buku, dan para santri atau murid beliau duduk mengelilinginya sambil mencatat di buku catatan di sana-sini dengan bimbingan sang kyai (dabit).

Baca juga  : Guru Zuhdi dikenal Sosok Pengobat Rindu


Suasana kebersihan, kenyamanan dan kedamaian lingkungan tempat tinggal beliau tampak sangat terjaga. Agak masuk ke dalam, tapi sebuah sederhana berwarna kream. Di situlah Guru Zuhdi tinggal, tokoh muda ulama kharismatik banjarmasin yang sangat digemari kalangan tua dan muda saat ini. Selain itu Majelis beliau sekarang terpusat pada 4 tempat yang dihadiri oleh banyak jamaah yakni Masjid raya Sabilal Muhtadin kamis malam, Pondok Indah Rabu malam, Masjid jami’Sungai Jingah Sabtu malam dan Di rumah beliau sendiri yaitu Jumat malam (malam sabtu).

Demikianlah sedikit cerita singkat tentang perjalan hidup beliau, yaitu KH. Ahmad Zuhadianoor atau yang kita kenal dengan guru Zuhdi, Semoga kita yang masih diberikan umur dapat meneladani apa yang sudah beliau sampaikan kepada kita.

wallahu alam bishawab

Sumber :
Wikipedia
Buku Saku Hariyadi (Pena_Majlis)


Guru Zuhdi meninggal, masyarakat tetap mendoakan dari rumah


Kabar meninggalnya  KH Ahmad Zuhdianor  atau sering disapa Guru Zuhdi tersebut telah berhembus sejak pagi hari di bumi kalimantan sejak pukul 7 waktu setempat pada hari sabtu 2 Mei 2020.

Dari perwakilan keluarga yang di sini di wakili oleh H Rasyid Ridho atau sering di sapa Guru Rasyid, beliau mendapatkan kabar dari Rumah Sakit Medistra di Jakarta, bahwa  memang benar beliau (guru Zuhdi) meninggal pada pukul 6.35 menit waktu jakarta.

Oleh karena itu, Guru Rasyid mengajak dan menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat kalimantan selatan di kota banjarmasin agar tetap dirumah dan medoakan beliau melalui ibadah dirumah saja dikarekan kondisi pandemi Corona saat ini. Sehingga agar tidak terjadi adanya massa yang berkumpul atau berkerumun. Meski mendoakan dirumah saja, Insya Allah sama dengan kita menghadiri pemakaman beliau, tambahnya Guru Rasyid.
 

 Baca Juga : Tetap Semangat Menjalani Hidup

Untuk kabar pemakaman Guru Zuhdi tersebut, tadinya informasi yang berkembang akan dimakamkan di Perumahan Kota Citra Graha (KCG) ternyata hanya informasi belaka. Ternyata kenyataan nya sore kemarin waktu banjarmasin sekitar pukul 18.00 atau jam 6 sore. Jenazah sampai ke banjarmasin dan dimakamkan di sekitar rumah beliau, seperti di langsir oleh Majta TV.

Dengan meninggalnya ulama kharismatik dan spesial seperti guru Zuhdi ini, mari kita sebagai masyarakat umum maupun khususnya masyarakat di banjarmasin, agar mengingat dan meneladani dan mengerjakan pesan dan ilmu apa saja yang disampaikan oleh beliau. Sebagai teladan dan perpanjangan tangan dari Rasulullah di dalam dakwah beliau.

Tidak lupa juga, agar kita mendoakan beliau meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah dan mendapatkan tempat yang dirahmati Allah SWT. Amin ya rabbal’alamin.


Sumber : Suara

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.